Human Capital

Setelah sekian lama tidak meng-update tulisan di WP, akhirnya dini hari ini saya memutuskan untuk meng-update tulisan di WP. Sebenarnya masih banyak “antrian” judul yang harus sudah lama ingin ditulis, tapi tidak ada kesempatan untuk menulisnya. Tapi karena saya harus menulis proposal research dan harus selesai sebelum tanggal 28 besok (bahasa inggris pula), dan ternyata saya stuck tidak bisa menulis 1 kalimat pun, maka saya putuskan untuk “memuntahkan” 1 point bahasan disini.  Judul dari tulisan ini adalah human caapital, jadi saya akan membahas tentang manusia dengan konteks manusia dalam organisasi. So here we go.

Apa sih pengertian human capital itu? human capital adalah modal manusia. Ha..that’s it? itu namanya penerjamahan bukan pengertian, anak SD juga tahu kali yah… ^_^.  Makna sebenarnya dari HC adalah manusia diperlakukan bukan hanya sekedar sebagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, tetapi sebagi modal utama yang menentukan apakah perusahaan dapat mencapai tujuannya atau tidak. Setelah tahu makna HC timbul pertanyaan, apa perbedaan arti dari sumber daya dan modal?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI edisi ke-empat), pengertian sumber daya adalah segala sesuatu, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang digunakan untuk mencapai suatu hasil. Menurut Wikipedia, sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sumber daya yang dapat diperbaharui dan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya manusia, menurut KBBI, adalah potensi dari manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.

Modal, dalam KBBI juga, adalah harta benda atau barang atau sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan. Menurut Wikipedia, modal merujuk pada kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. Jadi sebenarnya beda antara capital and resources apa? modal dan resources sama-sama merupakan kekayaan bagi suatu organisasi.  Jadi? Sejujurnya untuk konteks manusia dalam organisasi, saya juga masih bingung perbedaannya apa. Tapi jikalau kita melihat logika akuntansi (dalam laporan keuangan).

Dalam laporan keuangan, sumber daya yang ada dalam organisasi dikelompokkan kedalam kelompok aset. Suatu transaksi atau sumber daya dapat dikatakan sebagai aset jika memenuhi syarat berikut ini : mempunyai manfaat ekonomik masa depan, dikuasai oleh entitas tersebut, dan merupakan transaksi masa lalu. Manusia dalam organisasi memenuhi kriteria sumber daya pada kelompok aset ini. Pertama, manusia dalam organisasi mempunyai manfaat masa ekonomik masa depan dari pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki manusia itu sendiri. oleh karena itu banyak orang berkata “manusia adalah aset perusahaan”. Kedua, merupakan transasksi masa lalu, perusahaan tidak bisa menggunaan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki seseorang jika tidak ada transaksi antar dua belah pihak.  Ketiga dikuasai oleh entitas tersebut, hal ini masih menjadi perdebatan antar ahli-ahli dalam bidang HR sendiri karena pada dasarnya entitas tidak menguasai seluruhnya atas karyawannya dan karyawannya hanya meminjamkan keahlian dan pengetahuannya ke prusahaan. Well, untuk poin ke tiga akan saya bahas lebih lanjut di paragraf setelahnya. Aset dalam suatu organisasi diperkirakan akan mengalami depresiasi atau akumulasi penurunan.

Modal jika dalam laporan keuangan diletakkan dalam sisi ekuitas. Ekuitas sendiri mempunyai arti hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (Suwardjono, Teori Akuntansi 2005). Modal sendiri bermakna sesuatu (dalam hal ini biasanya uang) yang “ditanamkan” oleh pihak ketiga dalam suatu entitas. Dalam konteks ini, manusia dalam organisasi dikatakan sebagai modal karena karyawan dianggap sebagai investor yang menanamkan “modal” dalam hal ini pengetahuan dan keterampilannya kepada perusahaan dan menghasilkan suatu pengembalian atau return kepada perusahaan sesuai dengan pengelolaan pengetahuan dan keterampilan karyawan tersebut. Modal manusia melihat perilaku karyawan yang mirip dengan perilaku investor. Perilaku investor menanamkan modalnya berupa uang ke perusahaan, mereka berharaap return yang menguntungkan pada perusahaan tersebut dan jika mereka tidak mendapatkannya keuntungan yang diharapkan maka mereka akan menarik uang yang telah mereka tanamkan dan dialihkan ke perusahaan lain yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Sounds familiar with this behavior? Sama seperti karyawan, jika mereka merasa kurang puas dengan gajinya, mereka akan pindah ke perusahaan yang bisa memberikan gaji yang menurut mereka sesuai dengan modal (keterampilan dan pengetahuan) yang mereka miliki. Karena itu poin ketiga dalam aset (dikuasai oleh entitas) menjadi perdebatan. Menurut sebagian ahli HR, modal yang dimiliki oleh karyawan tidak dikuasai oleh entitas, seperti investasi yang dimiliki oleh investor, perusahaan wajib mengembalikan apa yang telah ditanamkan investor ke perusahaan.

Jadi prinsip human capital sebenarnya lebih memperlakukan karyawan sebagai investor yang menginvestasikan modalnya berupa pengetahuan, tenaga, dan keterampilannya kepada perusahaan, dan pengembalian yang diberikan oleh perusahaan merupakan hak karyawan atas investasi modal manusianya. Prinsip human capital menurut beberapa sumber lebih memanusiakan manusia, maksudnya memperlakukan manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia dan bukan berupa mesin yang “diperas” habis-habisan oleh perusahaan, karena modal yang mereka miliki tetap ada pada mereka dan tidak dikuasai peuh oleh entitas (tidak seperti pengertian aset).

So, what do you think? Human capital or human resources? For me, I choose human capital because the company treats its employees as important as their investor. The company have to respect their employees and they can get the goal congruence automatically.

And that ends my report ^_^

Area Konflik -part 1-

Setelah beberapa lama tidak ada kesempatan untuk menulis artikel, akhirnya ada juga kesempatan untuk menulis. Artikel ini berjudul “Area Konflik” karena terinspirasi dari sebuah acara televisi di sebuah stasiun swasta. Artikel ini akan saya bagi dalam 2 bagian, yang isinya tidak hanya mengenai isu yang ada pada salah satu episode tersebut, tetapi akan merambah ke isu-isu lainnya yang berhubungan dengan “Area Konflik”.

Acara di sebuah stasiun swasta tersebut pada salah satu episodenya, mengupas tentang kehidupan prajurit TNI yang menjadi perwakilan Indonesia di PBB (UNIFIL) pada area konflik Lebanon Selatan – Israel. Konflik antara Israel dengan negara – negara disekitarnya terjadi karena masalah klaim garis perbatasan dan penculikan yang sering terjadi antara Israel dengan negara-negara disekitarnya. Saya akan membahas sedikit konflik yang terjadi antara Isreal dengan negara-negara disekitarnya.

Awal mula sejarah konflik Israel  dengan negara-negara disekitarnya adalah adanya Deklarasi Balfour. Deklarasi ini berisi pemerintah Inggris mendukung rencana-rencana Zionis membuat ‘tanah air’ bagi Yahudi di Palestina, dengan syarat bahwa tak ada hal-hal yang boleh dilakukan yang mungkin merugikan hak-hak dari komunitas-komunitas yang ada di sana (Source : Wikipedia Deklarasi balfour 1917). Setelah perang dunia II, dimana daerah Palestina yang ada dibawah kekuasaan dinasti Ottoman jatuh ke tangan Inggris karena dinasti tersebut berada dipihak yang kalah perang, Inggris memberikan wilayah tersebut kepada bangsa Yahudi. Dan pada tahun 1948, bangsa Yahudi mengumumkan diri secara sepihak bahwa negara Israel telah berdiri. Dari sini mulailah, pencaplokan wilayah (atau yang mereka biasa sebut perluasan wilayah) yang tadinya hanya seluas daerah Mandat britania untuk palestina melebar hingga ke daerah Palestina lainnya dan Libanon. Konflik ini terus berlanjut hingga sekarang.

Pada tahun 2006 pecah perang selama kira-kira 30 hari, 13 juli 2006 -  13  agustus 2006, antara pejuang Hizbullah (salah satu kelompok militer yang ada di lebanon) dengan IDF (militer Israel). Pertempuran ini dikarenakan diculiknya 2 tentara Israel, untuk ditukar dengan tahanan Libanon dan Palestina. Tetapi penculikan ini dibalas dengan tindakan agresi Israel ke Libanon dan Palestina. Pada tanggal 11 agustus 2006 PBB mengeluarkan resolusi 1701 untuk mengakhiri konflik ini dan membentuk pasukan penjaga perdamaian UNIFIL. Pasukan UNIFIL terdiri dari 32 negara dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, bertugas untuk menjaga perdamaian dan menjadi pihak yang netral dalam perseteruan antara Libanon dan Israel.

Indonesia mengirimkan kurang lebih 1000 TNI untuk bertugas di Lebanon selatan, yang dekat sekali dengan perbatasan Lebanon selatan – Israel. Didaerah ini perang dapat pecah kapanpun, terkadang dengan alasan yang sepele (menurut logika kita yang tidak tinggal disana). Seperti pada tanggal 3 Agustus 2010 kemarin, hanya karena masalah pohon (yang diklaim kedua belah pihak dan dipotong pihak Israel karena mengganggu sistem CCTV mereka) terjadi baku tembak antara IDF dan LAF selama 2 jam. Pada saat tersebut pasukan UNIFIL dari Indonesia yang berada dilokasi sudah menjadi mediator agar tidak terjadi baku tembak. Tetapi pasukan LAF, terprovokasi karena menurut mereka pasukan IDF yang memotong pohon tersebut sudah melanggar wialayh kedaulatan Lebanon.

Pada saat terjadi baku tembak, pasukan UNIFIL ditarik mundur semuanya karena prosedur pasukan penjaga perdamaian adalah netral dan tidak berpihak pada siapapun ketika pecah perang atau baku tembak. Malangnya ada 2 orang prajurit TNI yang tertinggal dari rombongan UNIFIL Indonesia, setelah berjalan berjam-jam dan tidak menemukan rombongan pasukan UNIFIL satupun, mereka ditemukan dan ditolong oleh wartawan dan warga lokal. Setelah kejadian itu tersiar berita bahwa ada 2 pasuka TNI yang “lari terbirit-birit” dari medan pertempuran. Kecaman datang dari seluruh penjuru, tidak hanya di Indonesia sendiri tapi dari Libanon sendiri dan negara lain.

Kalau kita telusuri lebih jauh, tugas pasukan penjaga perdamaian adalah menjaga agar tidak terjadi konflik didaerah tersebut dengan berbagai cara, niasanya dilakukan negosiasi antara 2 negara yang berkonflik, dan pasukan ini tidak memihak siapapun (antara 2 negara tersebut) alias netral. Jadi yang dilakukan 2 orang prajurit TNI ini sudah benar dan mundur tidk dikarenakan takut. Foto yang tertangkap dan tersebar adalah ketika salah seorang prajurit sedang mengangkat tangan dan bersyukur, hal itu merupaka suatu yang wajar karena mereka masih diberi keselamatan. Jika memang sudah ajal mereka, toh walaupun mundur mereka juga tidak akan selamat.

Kehidupan para TNI yang menjadi perwakilan di UNIFIL, membuat saya bangga akan kiprah mereka di wilayah konflik. Tetapi saya miris melihat pemberitaan tentang kelakuan  militer didalam negeri, seperti kontras antara langit dan bumi. Padahal seharusnya kiprah mereka didalam negeri harus lebih baik daripada mereka yang bertugas di LN. Karena masalah konflik perbatasan tidak hanya menjadi isu di daerah lain, tetapi di Indonesia sendiri dengan negara tetangga.

Masalah perbatasan antar negara memang merupakan hal yang sensitif sekali dalam hubungan suatu negara, karena menyangkut kedaulatan dan ke-eksisan suatu wilayah negara didunia. Area Konflik antara Palestina – Israel – Libanon, gampang sekali pecah kontak senjata hanya karena masalah yang sepele (tapi kalau di Palestina, masalahnya bukan hal sepele lagi karena Israel selalu melecehkan dan menindas Hak asasi WN Palestina diluar batas kemanusiaaan). Memang area konflik tidak selalu disamakan dengan masalah perbatasan negara, tetapi konflik atau permasalahan lainnya yang menurut dunia Internasional harus campur tangan untuk menjaga perdamaian disana.

Di area konflik bagian kedua, saya akan membahas tentang area Indonesia dengan negara tetangga kita Malaysia. Ditulisan sebelumnya, saya pernah membahas masalah ini dan  ingin saya bahas lagi karena ini merupakan subjek yang tidak ada habisnya untuk dipelajari

Jihad

Kata-kata ini sering sekali terdengar akhir-akhir ini diseluruh dunia dan kebanyakan orang yang mengartikan kata jihad dengan arti yang negatif. Sejak terjadi kejadian WTC 2001 silam, kata jihad selalu diidentikkan dengan terorisme. Betulkah?

Saya sendiri masih belum terlalu menguasai arti kata jihad ini, tapi jika diartikan secara global jihad adalah berjuang dijalan AllAH SWT. Cara berjuang dijalan AllAH ini dapat bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah membela negara dengan tujuan masyarakat yang adil dan makmur. Atau sebagai pelajar saya berangkat kesekolah dengan niat belejar karena AllAH sudah dikategorikan dalam jihad (sumber : guru ngaji saya). Mungkin Jihad yang seperti ini dikategorikan sebagai jihad level rendah, tapi memang ada yah hadits atau hukum yang mengkategorikan jihad dalam level-level seperti itu?

Dalam Al-Qur’an sendiri dijelaskan (ayat dan suratnya menyusul di komentar) bahwa Islam bukan merupakan agama paksaan. AllAH SWT bisa saja membuat seluruh manusia bertakwa padanya. Jadi image bahwa Islam itu adalah ilmu yang disebarkan dengan pedang itu menurut saya salah. Saya pernah membaca sirah nabi,kalau tidak salah salah satu sejarah dalam sirah tersebut mengatakan bahwa Nabi Muhammad memerangi orang-orang kafir karena mereka tidak menerima Islam dan memerangi Islam. Tapi di negara yang mereka menerima Islam dan memperbolehkan berdakwah disana, negara tersebut tidak diperangi oleh Rasulullah.

Jadi apa sih pengertian Jihad sebenarnya kalau begitu?

Jika kita melihat dalam konteks palestina sangat jelas jihad dengan perang memang harus dilakukan, tetapi HAMAS pun dalam hal ini mencoba menyerang dengan menghindari menimbulkan korban sipil terutama wanita dan anak-anak. Tapi tampaknya negara lawannya tidak punya etika dan menyerang seenaknya saja. Membela tanah air dan berusaha merebut tanah airnya merupakan Jihad bagi mereka, dan karena sesama muslim yang bersaudara kita wajib membantunya. Boleh dengan senjata atau Bom asalkan pada tempatnya atau langsung ke Palestina. Membantu dengan jihad lain bisa dilakukan dengan Diplomasi, muslim atau muslimah yang handal dalam bidang negosiasi bisa menjadi perwakilan negosiator dengan meloby negaranya untuk mendukung palestina atau bagi para Muslim yang ‘berduit’, uangnya bisa disodaqohkan ke sana untuk mendukung pendidikan, makanan dan obat-obatan, rumah dan lainnya. Semuanya bisa dilakukan jika memang umat Islam bersatu.

Tapi jika pemerintah kita mendukung negara musuhnya, baru kita hadapi dengan frontal. Pemerintah kita juga berusaha mendukung Palestina, wlaupun pendapatnya tidak pernah didengar karena negara kita masih dianggap negara yang ‘kurang’. Tapi bukan berarti kita melukai saudara kita di negara sendiri, iyah tidak sih?

Saya tidak men-judge para jihader yang telah melakukan jihad dan dianggap teroris oleh semua orang. Karena saya tidak tahu maksud mereka dan isi hati mereka, hanya AllAH SWT yang tahu. Saya hanya tidak rela Islam selalu dijelek-jelekkan, kata jihad selalu diidentikkan dengan teroris. Padahal semua itu kan tergantung niat kita.

Memberantas korupsi yang menyebabkan kemiskinan dan ketidakadilan mungkin juga bisa dianggap Jihad jika niat kita hanya untuk AllAH SWT.

Wallahualam bishawab. Hanya AllAH SWT yang mengetahui semuanya.

Nuklir -part1-

Nuklir adalah salah satu isu fenomenal didunia yang sampai saat ini belum bisa ditemukan jalan tengahnya. Kenapa saya bilang belum bisa ditemukan jalan tengahnya?Karena kearoganan dan intimidasi dari beberapa negara di barat, teknologi nuklir hanya dan boleh dikembangkan oleh negara-negara barat saja dan negara lain tidak boleh mengembangkannya. Sebelum lebih lanjut membahas masalah ini, saya akan membahas tentang latar belakang nuklir.

Dalam fisika reaksi nuklir adalah sebuah proses dimana dua nuklei atau partikel nuklir (partikel sub atom yang terdiri dari proton,elektron dan neutron) bertubrukan. Reaksi nuklir dibagi menjadi 2, yaitu fusi nuklir dan fisi nuklir. Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sagat berbahaya bagi manusia. Contoh dari reaksi fusi nuklir adalah senjata bom hidrogen, sedangkan contoh dari reaksi fisi nuklir adalah PLTN dan ledakan senjata nuklir. (source : wikipedia)

Nuklir dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan juga dapat menjadi penghancur kehidupan manusia. Jika nuklir dimanfaatkan menjadi senjata, maka dapat menghancurkan satu peradaban pada suatu wilayah dalam sekejap. Penggunaan senjata nuklir dilarang di seluruh dunia, karena dampaknya yang dahsyat dan kejam. Seperti dampak dari pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki, masa perang dunia kedua. Setelah masa PD II, pembuatan dan penggunaan nuklir mulai dibatasi hanya untuk keperluan tertentu, seperti untuk listrik, pengobatan dan kebutuhan lainnya. Penggunaan untuk senjata sudah tidak diperbolehkan lagi dan sudah disepakati bersama oleh seluruh negara yang ada didunia ini. Karena latar belakang tersebut penggunaan nuklir sangat diawasi. Walaupun penggunaannya untuk kebaikan manusia, tetapi jika ada salah perhitungan atau kesalahan kecil dalam pengolahan nuklir, maka kerusakan yang dihasilkan akan sangat fatal.

Setelah PD II, banyak negara sepakat demi menjunjung perdamaian dunia, pembuatan senjata nuklir dan kepemilikan senjata nuklir dilarang. Tetapi pertanyaannya adalah, “Apakah kesepakatan ini hanya merupakan tulisan atau perjanjian semata?” ataukah “Pelarangan ini diperuntukkan pada negara-negara tertentu atau suku bangsa tertentu?”. Isu nuklir memang menjadi perdebatan fenomenal yang tak kunjung selesai. Jika ditanya mengenai permasalahan ini, banyak negara yang mengatakan bahwa masalah ini adalah masalah yang sensitif sekali dan top secret.

Baru-baru ini negara yang dicurigai sudah mempunyai senjata nuklir , Israel, mencoba megajak negara-negara arab untuk membangun reaktor nuklir bersama. Salah satu alasannya adalah untuk mengimbangi Iran yang dicurigai ingin membuat senjata nuklir. Saya berfikir, jika memang negara-negara di dunia ini tidak boleh atau hanya boleh memproduksi nuklir dengan kadar tertentu kalau begitu berlaku juga untuk negara-negara besar seperti Amerika, Rusia dll. Tapi kenyataannya, Amerika sendiri masih mempunyai dan memproduksi. Pertanyaannya adalah kenapa?

Cinta oh Cinta

Apa sih sebenarnya arti Cinta?
Cinta itu rasanya kayak gimana sih?
Beneran cinta itu buta? Tapi orang buta juga bisa bercinta kok.
for love i’ll do anything for you, eventhough if i must die for you…

AAAAAARRRRGGGHH *Jerit dengan nada suara melengking sampai 10 oktaf*
OMG PDA (oh my god, plis dong ah), sebegitunyakah arti Cinta?

Tulisan ini dibuat setelah membaca sebuah artikel di suatu media cetak, tentang percobaan bunuh diri sepasang kekasih. Alasan mereka bunuh diri karena tidak ingin berpisah satu sama lain, si cewek kecewa karena si cowok memutuskan hubunganya dan begitu pula si cowok karena tidak ingin ditinggal sendiri oleh sang cewek. Bingung? saya pun juga bingung membaca berita ini. Aneh bin ajaib menurut saya, kalau memang masih sama-sama suka kenapa mesti putus?

 Membaca berita ini saya hanya tertawa, bingung dan geleng-geleng kepala. Kalau yang melakukan percobaan bunuh diri adalah pasangan yang sudah menikah, mungkin ada sedikit simpati untuk mereka. Tapi yang melakukan ini adalah siswa/i kelas 1 SMA yang masih berumur 15 tahun. Ya ampun, perjuangan dan perjalanan mereka masih panjang dalam kehidupan ini. Kenapa hanya karena masalah seperti ini mereka sampai nekat mencoba bunuh diri, lain halnya jika permasalahan yang dihadapi sekitar masalah keluarga.

Dimana akal sehat mereka? dimana logika mereka? Apa mereka tidak Cinta dengan kedua orang tua mereka sehingga begitu mudahnya mengobral nyawa mereka sendiri? Sudah kah mereka mengatakan dan mengungkapkan rasa Cinta mereka pada orang tua mereka yang notabene sangat menCintai mereka? Sebegitu dangkalnya kah arti dan makna Cinta bagi mereka? Sebegitu gampangnya kah bagi mereka kata-kata cinta diungkapkan dengan nyawa mereka? Nyawa dan cinta mereka diobral bagaikan seorang pedagang yang sedang mengobralkan barang dagangannya.

Makna cinta sebenarnya luas sekali, tapi kita sering menafsirkan sempit artinya. Cinta selalu dilekatkan dengan konteks hubungan antara cewek dan cowok. Tetapi maknanya lebih luas daripada Memang cinta terhadap seseorang terkadang membuat perasaan kita jadi kacau. Katanya kalau orang sedang jatuh cinta rasa manis dibilang pahit dan rasa pahit dibilang manis, dingin dibilang panas, panas dibilang dingin (panas dingin jadinya).

Cinta dapat merubah segalanya, apapun itu didunia ini. Yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik. Tergantung dari penafsiran cinta yang kita miliki. Cowok pun yang katanya mengagung-agungkan logika daripada perasaan, bisa bertekuk lutut dibawah panji cinta. Cewek rela menyerahkan apapun demi cinta, bahkan hingga logika kita tidak berjalan. Kaum feminis pun yang beranggapan tahta dan harta adalah segalanya tetap tidak bisa menolak kekuatan cinta. Mereka pernah mengatakan, “kami bisa saja membunuh rasa ketertarikan kami kepada lawan jenis/pria, tapi kami tetap tidak bisa membunuh keinginan kami untuk mempunyai anak (rasa keibuan)“. Cinta untuk memiliki sorang anak dan memberikan cinta kepada anak tersebut.  Sebegitu dahsyatnya kah kekuatan cinta hingga kita rela melakukan apa saja?

Mungkin ini adalah salah satu berkah yang diberikan ALLAH SWT kepada kita semua, berkah yang kita semua harus syukuri. Tapi berkah ini terkadang dimanfaatkan sebagian pihak untuk melakukan hal-hal yang negatif. Merubah arti dan makna cinta yang murni yang diberikan oleh ALLAH SWT. Ada satu hadits ,yang pernah diajarkan guru ngaji saya, “sebenarnya, sesuatu yang berlebihan atau sikap berlebihan itu buruk.” Menurut pendapat saya jika dilihat dari masalah ini, cinta merupakan berkah yang diberikan ALLAH SWT kepada kita, cinta terhadap makhluk konteksnya, tapi jika berlebihan maka makna dan arti cinta sudah tercoreng dari fitrahnya karena sudah tercampur dengan hawa nafsu. Cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup yang diciptakan oleh-NYA. Semua itu seudah diatur dan pada kodratnya masing-masing.

Memang menyakitkan jika kita mencintai seseorang dan ternyata orang tersebut mencintai orang lain. Apakah kita akan terus memperjuangkannya dan merusak kebahagiaan orang lain tersebut?Ataukah kita akan mengambil jalan pintas “bunuh diri” karena tidak kuat melihat orang lain berbahagia karena cinta sedangkan kita hanya bertepuk sebelah tangan?Semua itu jika dilogikan memang tidak masuk akal sama sekali, tapi terkadang kekuatan cinta lebih kepada perasaan daripada akal. Idealnya kita menemukan pasangan yang mencintai dan dicintai, tapi itu juga kita harus melakukan proses dan ujian yang banyak agar bisa mendapatkan kebahagiaan itu. Sakit hati sudah tak dapat terelakkan lagi dalam mencari cinta dan pasangan hidup kita.

Satu hal yang bisa kita ambil dari hikmah cinta, lebih enak mencintai ALLAH SWT yang menciptakan kita, karena kita tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Cinta kita kepada ALLAH SWT akan selalu dibalas oleh-NYA, karena DIA selalu ada untuk kita. Dan jika saatnya memang sudah tiba, maka ALLAH SWT akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita untuk dijadikan pasangan hidup kita. Itulah cinta dan kebesaran dari ALLAH SWT. Semua kejadian dan ujian yang kita hadapi karena ALLAH SWT juga mencintai dan sayang kepada kita, agar kita tidak terjerumus kepada keburukan. Jika dilogikakan, kita tidak akan mau membuat orang yang kita cintai terpuruk.

Sebenarnya Cinta itu indah ketika kita kembalikan arti dan makna cinta kepada fitrahnya yang telah diberikan untuk manusia. =)

Globalisasi -part 1-

Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog di WP, entah kenapa lebih senang mengupdate blog di MP. Well, sekarang saya ingin menshare sebuah tulisan yang selama ini saya pending untuk di upload karena skripsi. Judul tulisan ini tentang Globalisasi yang setiap negara akan dan sudah mengalaminya. Tulisan ini hanya menurut pendapat saya dan pikiran saya.

Apa sih arti globalisasi?
Menurut sumber dari wikipedia, globalisasi adalah kurangnya batas-batas antar negara atau dapat juga diartikan sebagai suatu istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias. Adapun ciri-ciri dari globalisasi tersebut :
Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2.Pasar dan produksi ekonomi
di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi kultural
melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi
regional dan lain-lain.
Dari pengertian dan ciri diatas, cohen dan kennedy berpendapat bahwa transformasi tersebut membawa kita pada istilah globalisme dimana pengertiannya dunia ini adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Globalisasi memang mepunyai dampak positif dan negatif kesetiap negara.

Apa makna dan arti istilah globalisasi di mata orang Indonesia?
Pertanyaan ini muncul dibenak saya ketika sedang mengikuti kuliah semester yang lalu. Beberapa dosen menjelaskan bahwa banyak orang-orang di Indonesia telah salah dalam memaknai suatu istilah baik dari istilah bahasa inggris maupun dari istilah bahasa lain, bukan karena kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengartikan suatu bahasa tapi konsep yang dimaksudkan dalam istilah tersebut tidak tepat ketika diartikan dalam bahasa Indonesia. Kalau kata salah satu dosen saya ” yang penting bagi kita enak didengar dan populer”. Ada juga dosen yang mengatakan “pemasaran di Indonesia itu mengikuti perilaku masyarakatnya yang ‘latah’. Contohnya ketika FO dan distro menjamur, coba kalian tanyakan pada pemiliknya apakah mereka mengerti tentang konsep dasarnya atau hanya ikut-ikutan sesuai trend?kebanyakan hanya latah dan tidak mengerti arti atau makananya” dan ujung-ujungnya para mahasiswa dikelas jadi “muntahan” kekesalan dosen tersebut (yah,setidaknya sang dosen memberi kita suatu pelajaran bagaimana kita harus berhati-hati terhadap salah kaparah konsep dalam bahasa).

 Selain membahas tentang bahasa, banyak dosen yang menanyakan apakah kita benar-benar paham makna dari globalisasi tersebut, yang menurut pandangan saya ini adalah pendapat atau prinsip masing-masing orang, tapi pada kenyataannya memang ataupun globalisasi disama artikan dengan englishitation atau inggrisisasi. Maksudnya kita hanya bergaya menggunakan bahasanya saja dengan fasih, tetapi pola pikir kita tetap seperti dulu dan tidak mengerti konsep yang secara jelas diadopsi dari budaya lain . Contohnya dalam bidang akademik, banyak universitas yang membuka program IUP atau International Undergraduate programme, tapi kebanyakan tidak paham akan arti dari program ini. Yang mereka tahu adalah kelas IUP adalah kelas yang memakai bahasa inggris. Pada kenyataannya kelas Internasional dibuka dengan tujuan agar universitas tersebut dapat menerima siswa asing yang ingin belajar di Indonesia. Memang pengajaran dikelas menggunakan bahasa inggris karena kita tahu bahwa bahasa ini adalah bahasa global. Program pertukaran pelajar antar negara yang sekarang ini banyak dilakukan adalah tujuan utama kenapa kelas internasional ini dibuka. Selain itu, tim pengajar yang berada dikelas tidak hanya tim pengajar dari akademisi atau praktisi dalam negeri tapi juga dari luar negeri (pertukaran dosen). Hal ini dimaksudkan agar wawasan atau ilmu yang diperoleh dari mahasiswanya bertambah, dan dapat melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Saya memang bukan mahasiswa yang berasal dari kelas IUP, tapi banyak teman saya yang berasal dari kelas tersebut. 2 Universitas yang berbeda menerapkan sistem kelas IUP yang berbeda. Yang satu menerapkan kelas IUP yang benar-benar sesuai dengan konsep internasional dan memang mahasiswa/i dari kelas tersebut mempunyai kelebihan yang lain dibandingkan kami dengan kelas yang reguler. Wawasan, pola pikir/mindset mereka lebih baik daripada kami yang dikelas reguler, mungkin karena adanya siswa asing jadi mereka bisa saling bertukar pengalaman. Universitas lainnya membuka kelas internasional berdasarkan konsep nahwa kelas tersebut berbahasa inggris. Ketika saya mencoba berdiskusi dengan teman saya yang satu ini, terlihat perbedaan yang sangat mencolok. Bahasa inggrisnya memang fasih, tapi pola pikir dan pengalamannya tak jauh berbeda dengan kami yang berada dikelas reguler. Malahan dia pernah berkata “kan yang penting gengsinya lebih tinggi daripada hanya yang dikelas reguler. Misalkan ditanya, kuliah dimana? Di universitas X kelas IUP. lebih keren dan lebih bergengsi”. Saya hanya terdiam mendengar kata-katanya itu.

Bisa dilihat konsep globalisasi yang ada di masyarakat Indonesia hanya untuk trend dan gengsi semata?benarkah?yang penting bisa bahasa inggris, memakai merk-merk terkenal, jika ada konsep usaha atau seuatu yang baru langsung diadopsi mentah-mentah tapi esensi ataupun makna dari semua konsep itu tidak dimengerti. Jika begini, apakah kita benar-benar bisa bersaing dalam globalisasi yang kejam dan penuh ketidak adilan????

Wahai Bunga…

Wahai bunga yang bermekaran nan indah…
Hari ini aku punya cerita untuk mu…
Cerita klasik dari ku tentang Cinta…

Wahai bunga, Tahukah kau Cinta itu apa?
Pernahkah kau rasakan cinta itu?
Pasti kau mengerti bunga
Pasti kau pernah merasakan cinta itu dari pengagum-mu

Hari ini aku melihat mu bermekaran di pepohonan
Engkau melambai-lambai pada ku dijalan
Warna mu indah sekali, wahai bunga…
Merah, Ungu, oranye dan Merah muda

Tahukah kau bunga pagi ini aku jatuh cinta
Jatuh cinta pada-Nya
Pagi ini aku merasakan cintanya yang luar biasa
Pagi ini aku merasakan cintanya dimana-mana

Air mata ini tak kuasa diam pada tempatnya
Pagi ini aku bangun dari kantuk ku
Dan menghirup udara segar hingga ke relung hati ku
Pagi ini aku tersadar akan besar cinta-Nya untuk ku

Dia selalu ada untuk ku di saat aku sedih
Dia selalu ada untuk ku walau aku senang
Dia selalu ada untuk ku dikala aku takut dan sendiri
Dia selalu saja ada untuk ku

Tapi bunga…
Tahukah kau?
Tahukah kau aku sering lupa
lupa akan cinta-Nya dan kekuasaan-Nya…

Tapi bunga, Dia tetap selalu memaafkan Ku…
Dia tidak pernah melupakan ku…
Dia selalu mengingatkan ku akan cinta-Nya
Mengingatkan ku akan kebesaran-Nya…

Seperti pagi ini bunga
Dikala aku gundah, resah, mengeluh di pekatnya malam
Dia menunjukkan cinta-Nya yang besar dan hangat untuk ku
Dia menunjukkan kasih sayangnya pada ku

Aku bisa bangun dari tidur ku lagi dan tak kurang satu apa pun
Aku masih bisa menghirup segarnya udara pagi dan berlari menuju sang surya
Aku masih bisa menangis memohon ampunan-Nya
Dan Aku masih bisa menikmati keindahan yang Dia ciptakan
Keindahan ketika kau bersemi di pagi hari

Oh bunga, hati ini tersasa hangat sekali
Di pagi yang buta yang beku
Ketika melihat keindahanmu dan angin mulai membelai dirimu
Dan dirimu membalas dengan lambaian nan indah

Kehangatan ini diberikan oleh-Nya kepada ku
Oh terima kasih TUHAN
terima kasih, karena Engkau telah memberikan nikmat yang tak terkira pada ku
yang tak bisa dinilai oleh apa pun di dunia ini

Wahai bunga…
inilah kisah ku
kisah cinta ku
kisah cinta ku dengan -Nya

Ini bukan kisah terakhir
Ini kisah pertama ku setelah sekian lama
Ku kan menceritakan kisah cinta lainnya pada mu
Kisah tentang cinta

Tidak sekarang bunga…

Nanti

Ya…Nanti…

Ketika kita bertemu untuk waktu yang lain

=)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.