Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog di WP, entah kenapa lebih senang mengupdate blog di MP. Well, sekarang saya ingin menshare sebuah tulisan yang selama ini saya pending untuk di upload karena skripsi. Judul tulisan ini tentang Globalisasi yang setiap negara akan dan sudah mengalaminya. Tulisan ini hanya menurut pendapat saya dan pikiran saya.

Apa sih arti globalisasi?
Menurut sumber dari wikipedia, globalisasi adalah kurangnya batas-batas antar negara atau dapat juga diartikan sebagai suatu istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias. Adapun ciri-ciri dari globalisasi tersebut :
Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2.Pasar dan produksi ekonomi
di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi kultural
melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi
regional dan lain-lain.
Dari pengertian dan ciri diatas, cohen dan kennedy berpendapat bahwa transformasi tersebut membawa kita pada istilah globalisme dimana pengertiannya dunia ini adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Globalisasi memang mepunyai dampak positif dan negatif kesetiap negara.

Apa makna dan arti istilah globalisasi di mata orang Indonesia?
Pertanyaan ini muncul dibenak saya ketika sedang mengikuti kuliah semester yang lalu. Beberapa dosen menjelaskan bahwa banyak orang-orang di Indonesia telah salah dalam memaknai suatu istilah baik dari istilah bahasa inggris maupun dari istilah bahasa lain, bukan karena kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengartikan suatu bahasa tapi konsep yang dimaksudkan dalam istilah tersebut tidak tepat ketika diartikan dalam bahasa Indonesia. Kalau kata salah satu dosen saya ” yang penting bagi kita enak didengar dan populer”. Ada juga dosen yang mengatakan “pemasaran di Indonesia itu mengikuti perilaku masyarakatnya yang ‘latah’. Contohnya ketika FO dan distro menjamur, coba kalian tanyakan pada pemiliknya apakah mereka mengerti tentang konsep dasarnya atau hanya ikut-ikutan sesuai trend?kebanyakan hanya latah dan tidak mengerti arti atau makananya” dan ujung-ujungnya para mahasiswa dikelas jadi “muntahan” kekesalan dosen tersebut (yah,setidaknya sang dosen memberi kita suatu pelajaran bagaimana kita harus berhati-hati terhadap salah kaparah konsep dalam bahasa).

 Selain membahas tentang bahasa, banyak dosen yang menanyakan apakah kita benar-benar paham makna dari globalisasi tersebut, yang menurut pandangan saya ini adalah pendapat atau prinsip masing-masing orang, tapi pada kenyataannya memang ataupun globalisasi disama artikan dengan englishitation atau inggrisisasi. Maksudnya kita hanya bergaya menggunakan bahasanya saja dengan fasih, tetapi pola pikir kita tetap seperti dulu dan tidak mengerti konsep yang secara jelas diadopsi dari budaya lain . Contohnya dalam bidang akademik, banyak universitas yang membuka program IUP atau International Undergraduate programme, tapi kebanyakan tidak paham akan arti dari program ini. Yang mereka tahu adalah kelas IUP adalah kelas yang memakai bahasa inggris. Pada kenyataannya kelas Internasional dibuka dengan tujuan agar universitas tersebut dapat menerima siswa asing yang ingin belajar di Indonesia. Memang pengajaran dikelas menggunakan bahasa inggris karena kita tahu bahwa bahasa ini adalah bahasa global. Program pertukaran pelajar antar negara yang sekarang ini banyak dilakukan adalah tujuan utama kenapa kelas internasional ini dibuka. Selain itu, tim pengajar yang berada dikelas tidak hanya tim pengajar dari akademisi atau praktisi dalam negeri tapi juga dari luar negeri (pertukaran dosen). Hal ini dimaksudkan agar wawasan atau ilmu yang diperoleh dari mahasiswanya bertambah, dan dapat melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Saya memang bukan mahasiswa yang berasal dari kelas IUP, tapi banyak teman saya yang berasal dari kelas tersebut. 2 Universitas yang berbeda menerapkan sistem kelas IUP yang berbeda. Yang satu menerapkan kelas IUP yang benar-benar sesuai dengan konsep internasional dan memang mahasiswa/i dari kelas tersebut mempunyai kelebihan yang lain dibandingkan kami dengan kelas yang reguler. Wawasan, pola pikir/mindset mereka lebih baik daripada kami yang dikelas reguler, mungkin karena adanya siswa asing jadi mereka bisa saling bertukar pengalaman. Universitas lainnya membuka kelas internasional berdasarkan konsep nahwa kelas tersebut berbahasa inggris. Ketika saya mencoba berdiskusi dengan teman saya yang satu ini, terlihat perbedaan yang sangat mencolok. Bahasa inggrisnya memang fasih, tapi pola pikir dan pengalamannya tak jauh berbeda dengan kami yang berada dikelas reguler. Malahan dia pernah berkata “kan yang penting gengsinya lebih tinggi daripada hanya yang dikelas reguler. Misalkan ditanya, kuliah dimana? Di universitas X kelas IUP. lebih keren dan lebih bergengsi”. Saya hanya terdiam mendengar kata-katanya itu.

Bisa dilihat konsep globalisasi yang ada di masyarakat Indonesia hanya untuk trend dan gengsi semata?benarkah?yang penting bisa bahasa inggris, memakai merk-merk terkenal, jika ada konsep usaha atau seuatu yang baru langsung diadopsi mentah-mentah tapi esensi ataupun makna dari semua konsep itu tidak dimengerti. Jika begini, apakah kita benar-benar bisa bersaing dalam globalisasi yang kejam dan penuh ketidak adilan????