Apa sih sebenarnya arti Cinta?
Cinta itu rasanya kayak gimana sih?
Beneran cinta itu buta? Tapi orang buta juga bisa bercinta kok.
for love i’ll do anything for you, eventhough if i must die for you…

AAAAAARRRRGGGHH *Jerit dengan nada suara melengking sampai 10 oktaf*
OMG PDA (oh my god, plis dong ah), sebegitunyakah arti Cinta?

Tulisan ini dibuat setelah membaca sebuah artikel di suatu media cetak, tentang percobaan bunuh diri sepasang kekasih. Alasan mereka bunuh diri karena tidak ingin berpisah satu sama lain, si cewek kecewa karena si cowok memutuskan hubunganya dan begitu pula si cowok karena tidak ingin ditinggal sendiri oleh sang cewek. Bingung? saya pun juga bingung membaca berita ini. Aneh bin ajaib menurut saya, kalau memang masih sama-sama suka kenapa mesti putus?

 Membaca berita ini saya hanya tertawa, bingung dan geleng-geleng kepala. Kalau yang melakukan percobaan bunuh diri adalah pasangan yang sudah menikah, mungkin ada sedikit simpati untuk mereka. Tapi yang melakukan ini adalah siswa/i kelas 1 SMA yang masih berumur 15 tahun. Ya ampun, perjuangan dan perjalanan mereka masih panjang dalam kehidupan ini. Kenapa hanya karena masalah seperti ini mereka sampai nekat mencoba bunuh diri, lain halnya jika permasalahan yang dihadapi sekitar masalah keluarga.

Dimana akal sehat mereka? dimana logika mereka? Apa mereka tidak Cinta dengan kedua orang tua mereka sehingga begitu mudahnya mengobral nyawa mereka sendiri? Sudah kah mereka mengatakan dan mengungkapkan rasa Cinta mereka pada orang tua mereka yang notabene sangat menCintai mereka? Sebegitu dangkalnya kah arti dan makna Cinta bagi mereka? Sebegitu gampangnya kah bagi mereka kata-kata cinta diungkapkan dengan nyawa mereka? Nyawa dan cinta mereka diobral bagaikan seorang pedagang yang sedang mengobralkan barang dagangannya.

Makna cinta sebenarnya luas sekali, tapi kita sering menafsirkan sempit artinya. Cinta selalu dilekatkan dengan konteks hubungan antara cewek dan cowok. Tetapi maknanya lebih luas daripada Memang cinta terhadap seseorang terkadang membuat perasaan kita jadi kacau. Katanya kalau orang sedang jatuh cinta rasa manis dibilang pahit dan rasa pahit dibilang manis, dingin dibilang panas, panas dibilang dingin (panas dingin jadinya).

Cinta dapat merubah segalanya, apapun itu didunia ini. Yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik. Tergantung dari penafsiran cinta yang kita miliki. Cowok pun yang katanya mengagung-agungkan logika daripada perasaan, bisa bertekuk lutut dibawah panji cinta. Cewek rela menyerahkan apapun demi cinta, bahkan hingga logika kita tidak berjalan. Kaum feminis pun yang beranggapan tahta dan harta adalah segalanya tetap tidak bisa menolak kekuatan cinta. Mereka pernah mengatakan, “kami bisa saja membunuh rasa ketertarikan kami kepada lawan jenis/pria, tapi kami tetap tidak bisa membunuh keinginan kami untuk mempunyai anak (rasa keibuan)“. Cinta untuk memiliki sorang anak dan memberikan cinta kepada anak tersebut.  Sebegitu dahsyatnya kah kekuatan cinta hingga kita rela melakukan apa saja?

Mungkin ini adalah salah satu berkah yang diberikan ALLAH SWT kepada kita semua, berkah yang kita semua harus syukuri. Tapi berkah ini terkadang dimanfaatkan sebagian pihak untuk melakukan hal-hal yang negatif. Merubah arti dan makna cinta yang murni yang diberikan oleh ALLAH SWT. Ada satu hadits ,yang pernah diajarkan guru ngaji saya, “sebenarnya, sesuatu yang berlebihan atau sikap berlebihan itu buruk.” Menurut pendapat saya jika dilihat dari masalah ini, cinta merupakan berkah yang diberikan ALLAH SWT kepada kita, cinta terhadap makhluk konteksnya, tapi jika berlebihan maka makna dan arti cinta sudah tercoreng dari fitrahnya karena sudah tercampur dengan hawa nafsu. Cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup yang diciptakan oleh-NYA. Semua itu seudah diatur dan pada kodratnya masing-masing.

Memang menyakitkan jika kita mencintai seseorang dan ternyata orang tersebut mencintai orang lain. Apakah kita akan terus memperjuangkannya dan merusak kebahagiaan orang lain tersebut?Ataukah kita akan mengambil jalan pintas “bunuh diri” karena tidak kuat melihat orang lain berbahagia karena cinta sedangkan kita hanya bertepuk sebelah tangan?Semua itu jika dilogikan memang tidak masuk akal sama sekali, tapi terkadang kekuatan cinta lebih kepada perasaan daripada akal. Idealnya kita menemukan pasangan yang mencintai dan dicintai, tapi itu juga kita harus melakukan proses dan ujian yang banyak agar bisa mendapatkan kebahagiaan itu. Sakit hati sudah tak dapat terelakkan lagi dalam mencari cinta dan pasangan hidup kita.

Satu hal yang bisa kita ambil dari hikmah cinta, lebih enak mencintai ALLAH SWT yang menciptakan kita, karena kita tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Cinta kita kepada ALLAH SWT akan selalu dibalas oleh-NYA, karena DIA selalu ada untuk kita. Dan jika saatnya memang sudah tiba, maka ALLAH SWT akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita untuk dijadikan pasangan hidup kita. Itulah cinta dan kebesaran dari ALLAH SWT. Semua kejadian dan ujian yang kita hadapi karena ALLAH SWT juga mencintai dan sayang kepada kita, agar kita tidak terjerumus kepada keburukan. Jika dilogikakan, kita tidak akan mau membuat orang yang kita cintai terpuruk.

Sebenarnya Cinta itu indah ketika kita kembalikan arti dan makna cinta kepada fitrahnya yang telah diberikan untuk manusia. =)